Minggu, 03 Juni 2018

Iman kepada Kitab-kitab Allah



Assalamu'alaikum 

Ya hari ini admin pengen ngepost materi agama sesuai judul nih cekidot aja


 Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah
 Iman menurut arti bahasa berarti percaya atau yakin. Sedangkan kata kitab
artinya buku atau lembaran risalah. Menurut istilah, iman kepada kitab-kitab
Allah yaitu memercayai atau meyakini bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab-
Nya kepada para nabi dan rasul agar kitab-kitab-Nya dijadikan pedoman hidup
untuk meraih kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat.
 Beriman kepada kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur’an bagi umat Islam
wajib percaya secara ijmali, artinya hanya percaya saja. Sedangkan memahami
dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam kitab-kitab sebelum Al-
Qur’an tersebut bukanlah merupakan suatu kewajiban. Hal ini disebabkan karena
kedudukan kitab suci tersebut berakhir dengan diutusnya para nabi dan rasul yang
menerimanya.
 Al-Qur’an adalah kitab suci yang terakhir yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad saw, dimana Al-Qur’an telah menyempurnakan kitab-kitab
sebelumnya. Oleh karena itu, umat Islam beriman kepada Al-Qur’an secara
tafsili, artinya harus meyakini akan kebenarannya, memahami isi ajarannya, dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 


 Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf
 Kitab dan ṡuḥuf merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Perbedaan antara kitab dan ṡuḥuf sebagai berikut.
Ṡuḥuf :
1. Wahyu Allah Swt. Yang disampaikan kepada para rasul, tetapi masih berupa “lembaran-lembaran” yangterpisah.
2. Isi ṡuḥuf sangat simpel.
Kitab
1. Wahyu Allah Swt. Yang disampaikan kepada para rasul sudah berbentuk buku/kitab.
2. Isi kitab lebsih lengkap jika dibandingkan dengan isi ṡuḥuf.
Di dalam al-Qur’ān disebutkan adanya ṡuḥuf yang dimiliki Nabi Musa as. dan Nabi Ibrahim as.


 Allah menurunkan kitab suci banyak sekali, namun yang wajib kita imani dan
kita ketahui ada empat, yaitu: Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil, dan Kitab
Al-Qur’an.
Dari keempat kitab tersebut dinamakan Kitab Samawi artinya kitab yang
diturunkan dari langit atau dari Allah swt.
1. Kitab Taurāt
 Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurāt adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.
Taurāt merupakan salah satu dari tiga komponen (ThoraNabin, dan Khetubin) yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama).
Isi pokok Kitab Taurāt dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi asas-asas keyakinan (akidah) dan asas-asas kebaktian (syari'ah), seperti berikut.
1. Hormati dan cintai Allah satu saja,
2. Sebutkan nama Allah dengan hormat,
3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),
4. Hormati ibu bapakmu,
5. Jangan membunuh,
6. Jangan berbuat cabul,
7. Jangan mencuri,
8. Jangan berdusta,
9. Jangan ingin berbuat cabul,
10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

2. Kitab Zabūr
 Kata zabur (bentuk jamaknya zubūr) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang berarti menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabūr dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmūr (jamaknya mazāmir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yaitu nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmūr, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt dan Inji).
Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar, artinya “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabūr adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama Nabi Daud as.
Kitab Zabūr berisi kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Ada 150 surah dalam Kitab Zabūr yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt. Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam KitabZabūr terdiri atas lima macam:
1. nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
2. nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur,
3. ratapan-ratapan jamaah,
4. ratapan dan doa individu, dan
5. nyanyian untuk raja.

3. Kitab Injil
 Kitab Injidiwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Injiyang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injilterdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.
Kitab Injiditurunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injisebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥadi/57: 27.

4. Kitab al-Qur’ān
 Al-Qur’ān adalah kitab suci umat Islam yang diwahyukan oleh Allah Swt. Melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw.Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat.

 Al-Qur’ān merupakan kitab suci terakhir yang diwahyukan dan merupakan penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Isi kitab suci al-Qur’ān mencakup seluruh inti wahyu yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya. Al-Qur’ān adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi di antara mukjizat-mukjizat lainnya. Oleh karena itu, al-Qur’ān idealnya menjadi pedoman sekaligus menjadi dasar hokum bagi kehidupan seluruh umat manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Rasulullah saw. menegaskan bahwa manusia tidak tersesat dalam menjalani hidupnya selama berpegang teguh pada al-Qur’ān dan hadis.

 Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.

 Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.
 Al-Qur’ān yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’ānmerupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali.



 Al-Qur’an Kitab Suci Terakhir
 Sebagai umat Islam, wajib meyakini dan mempercayai serta mengamalkan isi
kandungan Al-Qur’an. Semua itu dapat diperoleh dengan cara mempelajari dengan
sungguh-sungguh, mulai dari menulis, membaca, memahami isi kandungannya,
kemudian mengamalkannya. Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang
yang bertakwa. Allah berfirman:
Artinya:
“Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya menjadi petunjuk bagi orang yang bertakwa.” 
(Q.S. Al-Baqarah/2: 2).


 Kandungan Al-Quran
Isi pokok ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an, yakni:
a. Tauhid atau keimanan.
b. Ibadah atau hubungan manusia dengan Allah.
c. Akhlak atau tingkah laku manusia dengan Allah, sesama manusia atau dengan
semua ciptaan Allah.
d. Sejarah atau cerita dan kejadian umat terdahulu.
e. Muamalah, yaitu hubungan manusia dengan manusia.
f. Janji dan ancaman, yaitu berupa kabar gembira bagi orang yang beriman dan
peringatan bagi orang yang ingkar.
g. Syariah atau hukum seperti wajib, sunah, haram, makruh dan mubah.
h. Ilmu pengetahuan, ilmu yang terbentang di seluruh langit dan bumi.


Mungkin segini aja dulu. Kalau ada lain kesempatan kita ketemu lagi dan jangan lupa ibadahnya dilancarin ya teman-teman, Assalamu'alaikum :)


sumber :
http://kakippy.blogspot.com/2017/09/materi-pendidikan-agama-islam-kelas-xi.html
http://lab.ilkom.unila.ac.id/skripsi/pcd/index.php/about/kelas-5/37-iman-kepada-kitab-kitab-allah

Tidak ada komentar: