Minggu, 19 Februari 2017

Lebih Dekat Dengan Allah

Assalamu'alaikum wr. wb.

Ane balik lagi...
Kangen?
Mungkin jawabannya iya tidak...
Hmm.. sudah kuduga.


   Al-Asmā’u al-Husnā






Artinya apaan sih?
Menurut materi yang ane baca...

  Terdiri atas dua kata, yaitu asmā yang berarti nama-nama,
dan husna yang berarti baik atau indah. Jadi, al-Asmā’u al-Husnā dapat
diartikan sebagai nama-nama yang baik lagi indah yang hanya dimiliki oleh
Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Kata al-Asmā’u al-Husnā diambil
dari ayat al-Qur’ān Q.S. Tāhā/20:8. yang artinya, “Allah Swt. tidak ada Tuhan
melainkan Dia. Dia memiliki al-Asmā’u al-Husnā (nama-nama baik)“.

   Firman Allah Swt. :
   Artinya: “Dan Allah Swt. memiliki asmā’ul husna, maka bermohonlah
kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan
tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-
Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang
mereka kerjakan.” (Q.S. al A’rāf/7:180).

   Nah dari ayat diatas kita bisa mengetahui Allah Swt. memiliki banyak nama yang semuanya itu adalah baik untuk kita. Dengan menghafalnya saja kita mendapatkan manfaat. Manfaatnya?

   Hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah saw.
bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. mempunyai sembilan puluh sembilan
nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia
akan masuk surga”. (H.R. Bukhari).


So? Pengen masuk surga? Dihafalin nama-nama baik Allah. Gitu doang? Perbanyak amal, selalu berbuat baik, ibadah jalan terus, ama kurangi dosa.

  Di kelas X SMA/SMK/MA  ada juga pelajaran Agama Islam tentang  Asmā’ul Husnā. Jumlah Asmā’ul Husnā ada 99, tapi yang bakal dibahas cuma 7 doang kok. Cekidot....


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



1. Al-Karim




   Al-Karim yang berarti Yang Mahamulia, Yang Maha Dermawan, atau Yang Maha Pemurah.
Yaitu Zat yang memberi kebaikan, Pemberi Nikmat dan Keutamaan. Sebagaimana dalam firman-Nya:
Artinya: “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap
Tuhan Yang Maha Pemurah?” (Q.S. al-Infitār:6).

   Menurut Imam Al-Gazali, al-Karim adalah Dia yang apabila berjanji,
menepati janjinya, bila memberi, melampaui batas harapan, tidak peduli
berapa dan kepada siapa Dia memberi dan tidak rela bila ada kebutuhan dia
memohon kepada selain-Nya, meminta pada orang lain. Dia yang bila kecil
hati menegur tanpa berlebih, tidak mengabaikan siapa yang menuju dan
berlindung kepada-Nya, dan tidak membutuhkan sarana atau perantara.



2. Al-Mu'min




   Diambil dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan aman. Maksudnya al-Mu'min disini adalah Maha Pemberi rasa aman kepada seluruh makhluk-Nya. Berdoa kepada-Nya dengan nama-Nya al-Mu'min berarti kita memohon agar diberi ketenangan, dijauhkan dari hal-hal yang bersifat negatif agar hidup kita menjadi tentram. Dari firman Allah Swt. :
   Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman
mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman
dan mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. al-An’ām/6:82) 

   Mengamalkan dan meneladani al-Asmā’u al-Husnā al-Mu’min, artinya
bahwa seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya
aman dari gangguan lidah dan tangannya. Berkaitan dengan itu, Rasulullah
saw. bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi
Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasulullah saw.?’
Rasulullah saw. menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari
gangguannya.’” (H.R. Bukhari dan Muslim).



 3. Al-Wakil





   Al-Wakil artinya Maha Mewakili atau Pemelihara. Al-Wakil disini dapat diartikan sebagai Pemelihara. Maksudnya? Allah Swt. memelihara kita atau mengurusi segala kebutuhan kita baik didunia maupun diakhirat. Dia menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan
hambanya tanpa membiarkan apa pun terbengkalai. Dijelaskan juga dalam firman Allah :
   Artinya: “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara
atas segala sesuatu.” (Q.S. az-Zumar/39:62).



4. Al-Matin





   Al-Matin artinya Mahakukuh. Sifat
al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya. Dengan begitu, kekukuhan Allah Swt. yang memiliki rahmat dan azab terbukti ketika Allah Swt. memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Tidak ada apa pun yang dapat menghalangi rahmat ini untuk tiba kepada sasarannya.
  Karena kekukuhan-Nya, Allah Swt. tidak terkalahkan dan tidak tergoyahkan. Siapakah yang paling kuat dan kukuh selain Allah Swt? Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menundukkan Allah Swt. meskipun seluruh makhluk di bumi ini bekerja sama. Allah Swt. berfirman:
   Artinya: “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai
kekuatan lagi sangat kukuh.” (Q.S. aż-Żāriyāt/51:58).


5. Al-Jāmi’






   Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun,
yaitu bahwa Allah Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak.
   Penghimpunan ini ada berbagai macam bentuknya, di antaranya adalah mengumpulkan seluruh makhluk yang beraneka ragam, termasuk manusia dan lain-lainnya, di permukaan bumi ini dan kemudian mengumpulkan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman:
   Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia
untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”.
Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi janji.”(Q.S. Ali Imrān/3:9).

   Allah Swt. juga mengumpulkan di dalam diri seorang hamba ada yang lahir
di anggota tubuh dan hakikat batin di dalam hati. Barang siapa yang sempurna
ma’rifatnya dan baik tingkah lakunya, maka ia disebut juga sebagai al-Jāmi’.
Dikatakan bahwa al-Jāmi’ ialah orang yang tidak padam cahaya ma’rifatnya.



6. Al-'Adl





   Al-'Adl artinya Mahaadil. Al-‘Adl berasal dari kata ‘adala yang berarti lurus dan sama. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apa pun dan oleh siapa pun. Keadilan Allah Swt. juga didasari dengan ilmu Allah Swt. yang MahaLuas. Sehingga tidak mungkin keputusan-
Nya itu salah. Allah Swt. berfirman:
   Artinya : “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qur’ān, sebagai kalimat
yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-
Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-
An’ām/6:115).
   


7. Al-Ākhir






   Al-Ākhir artinya adalah Yang Mahaakhir. Allah Swt. disebut Yang MahaAkhir maksudnya hanya Dia yang Mahakekal. Selain Allah, tiada makhluk yang kekal. Soalnya kita ini adalah ciptaan Allah Swt. yang sifatnya fana(tidak abadi). Sifat kekal tidak dimiliki oleh makhluk, kekekalan yang ada hanya sebatas kekal untuk beberapa masa sesuai dengan ketentuan-Nya. Disebutkan juga dalam firman Allah Swt. :
   Artinya: “Dialah Yang Awal dan Akhir Yang ¨ahir dan Yang Batin, dan Dia
Maha Mengetahui segala sesuatu “. (Q.S. al-Hadid/57:3).
   Orang yang mengesakan al-Ākhir akan selalu merasa membutuhkan Rabb-nya, ia akan selalu mendasarkan apa yang diperbuatnya kepada apa yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. untuk hamba-Nya, karena ia mengetahui bahwa Allah Swt. adalah pemilik segala kehendak, hati, dan niat.



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Hohoho......
Gimana? Paham gak?
Tanya-tanya aja kalo masih gak paham... :v
Ok sekian dari ane... ketemu lagi pas ada kesempatan ya :v


Wassalamu'alaikum wr. wb.



sumber :


download materinya dalam bentuk pdf, klik judul buku.

Tidak ada komentar: